Sabtu, 29 Oktober 2011

Sebuah Pengharapan

Seorang mahasiswa tewas dan satu orang lainnya kritis setelah ditusuk botol miras oleh sekelompok geng motor, Jumat (30/9), di Bandung, Jawa Barat.



Peristiwa terjadi saat kedua korban terlibat pertengkaran dengan sembilan anggota geng motor. Kedua korban dikeroyok dan ditusuk dengan botol minuman keras oleh anggota geng motor. Tidak hanya itu, korban juga ditabrak berulang kali menggunakan motor hingga tewas.

Marianus B. Raja Kapa

Marianus B. Raja Kapa


Tanpa basa basi mereka langsung menyerang beberapa pemuda yang sedang nongkrong di depan Circle K. Apes bagi 2 pemuda yaitu Stephentus Mezrid Miza (24) dan Marianus B. Raja Kapa (23). Mereka menjadi bulan-bulanan aksi kawanan yang diduga geng motor itu.
Aksi pengeroyokan tak seimbang itu terus berlangsung hingga kedua korban terdesak. Di depan sebuah kios yang berjarak 15 meter dari Circle K, Marianus B. Raja Kapa bernasib naas karena terkena sabetan botol yang sudah dipecahkan pelaku sehingga menjadi runcing. Sementara Stephentus Mezrid Miza ditabrak sepeda motor milik seorang pelaku.
"Mereka datang dari arah Dago atas, langsung menuju sini (Circle K). Seorang pelaku turun langsung memukul pintu kaca menggunakan botol. Akibatnya kaca pintu pecah berantakan," ungkap seorang pegawai Circle K Simpang Dago yang enggan disebutkan namanya saat ditemui wartawan di lokasi kejadian. Dia melanjutkan, pecahan botol itu pula yang diduga menjadi alat untuk menusuk korban Marianus B. Raja Kapa. "Sesudah memukul pintu, botol itu juga ikut pecah. Nah tak lama kemudian mereka terlibat pengeroyokan terhadap 2 korban," ungkapnya. Selain Marianus, Stephentus, rekan korban juga kritis setelah ditabrak kawanan bermotor tersebut.
Penangkapan pelaku berinisial DIS itu tak lama setelah kejadian tersebut. Pelaku ditangkap dan langsung dijebloskan ke tahanan Mapolsektabes Coblong. Pemuda yang di tubuhnya dipenuh tato itu masih menjalani pemeriksaan di ruang khusus. Bahkan seorang sumber di kepolisian menyebutkan, penyidik juga memeriksa seorang perempuan bertato yang diduga terlibat dalam kejadian itu.
Iya baru satu pelaku yang sudah ditangkap. Tetapi lebih jelasnya akan disampaikan Kapolrestabes Bandung siang ini soal kasus itu,” jelas Kasubag Humas Polrestabes Bandung Kompol Endang Sri Wahyu Utami saat dihubungi wartawan, Jumat (30/9/2011).
Saat ini jenasah Marianus B. Raja Kapa telah dipulangkan ke Ende, Flores, kampung halamannya untuk selanjutnya dimakamkan. Sementara Stephentus Mezrid Miza yang dilarikan ke rumah sakit, masih dalam keadaan kritis dan sangat mengkhawatirkan.

Marianus B. Raja Kapa

Sebagai informasi, saudara kami Stephentus Mezrid Miza masih tergeletak di ruang ICU dan masih harus menjalani operasi dan perawatan intensif yang membutuhkan biaya yang cukup besar. Kami, selaku wakil dari pihak keluarga korban, bermaksud mengadakan penggalangan dana untuk membantu meringankan biaya perawatan dari Stephentus.

Stephentus M. Misa

Stephentus M. Misa
Untuk info lengkap bisa dilihat di:



Tidak ada komentar: